Ikatan Program Studi Bioteknologi Indonesia
IPSBI atau Ikatan Program Studi Bioteknologi Indonesia merupakan himpunan atau asosiasi beberapa program studi Bioteknologi/ Biologi yang memiliki kekhususan Bioteknologi dari seluruh Indonesia.
Visi
Menjadi Perkumpulan yang mengakomodasi perkembangan keilmuan Bioteknologi khususnya yang terkait kurikulum Program Sarjana Ilmu Bioteknologi serta bidang lainnya yang terkait, yang menetapkan acuan dan panduan kurikulum Bioteknologi yang akan di akreditasi.
Misi
- Memelihara integritas, komitmen dan kompetensi anggota.
- Berkoordiansi secara intens dengan Pemerintah dalam menetapkan acuan dan panduan kurikulum Bioteknologi yang akan di akreditasi.
- Berpartisipasi aktif dalam segala permasalahan terkait dengan perkembangan keilmuan Bioteknologi bagi perkembangan kurikulum program studi Bioteknologi.
Tujuan
- Perkumpulan dimaksudkan agar dapat menghimpun Program studi Bioteknologi Indonesia untuk menjadi penggerak Pembangunan Nasional dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- Perkumpulan bertujuan untuk mengembangkan Kurikulum Program Studi Bioteknologi dan mendayagunakan potensi program studi S1, S2 dan S3 di seluruh Indonesia sehingga dihasilkan lulusan Program Studi Bioteknologi yang dapat berdharmabakti bagi kepentingan Bangsa dan Negara Indonesia.
- Perkumpulan berfungsi sebagai wadah komunikasi yang menjembatani anggota dengan berbagai latar belakang Pendidikan dan Penelitian di bidang Bioteknologi, sehingga terjalin kerjasama yang bersifat sinergi secara serasi, seimbang dan selaras.
Sejarah Kami
IPSBI diinisiasi oleh beberapa program studi Biologi/Bioteknologi yang memerlukan naungan atau organisasi yang merumuskan bersama-sama standar kurikulum bagi program studi bioteknologi se Indonesia. Pertama kali diinsiasi melalui pertemuan seluruh kaprodi Bioteknologi di Universitas Atmajaya Jakarta yang dihadiri oleh kaprodi bioteknologi Unika Atmajaya Jakarta, Ubaya, Esa Unggul, UPH, Al Azhar, I3L, Atmadjaya Jogjakarta, UKDW Jogja dan SGU. Dilanjutkan dengan perumusan asosiasi dan penetapan pengurus IPSBI di Universitas Esa Unggul Jakarta. Pertemuan kedua ini dihadiri oleh kaprodi bioteknologi Unika Atmajaya Jakarta, Ubaya, Esa Unggul, UPH, Al Azhar, IS Sumbawa, I3L dan SGU.
Apa itu Bioteknologi
Bioteknologi merupakan adalah cabang ilmu Biologi yang mempelajari teknologi pemanfaatan makhluk hidup, mulai dari mikroorganisma sampai hewan bertulang belakang (vertebrata) dalam skala besar (industri) guna menghasilkan produk yang memiliki nilai guna bagi manusia. Bioteknologi memadukan ilmu dasar dan aplikasi teknologi, seperti Mikrobiologi, Genetika, Biologi Molekular, bahkan juga lintas bidang seperti Biokimia, Kimia Organik, Kimia Analisa, Biofisika, Teknologi Nano (Nanotechnology) bahkan hingga Matematika dan Komputer selain juga aspek Teknologi Industri dan Ekonomi. Agaknya bukan berlebihan bila Bioteknologi dikatakan sebagai cabang ilmu Biologi yang akan memberikan pengaruh kuat (membentuk trend) di abad ke-22 ini, sebagaimana halnya Biologi Molekular di abad ke-20 dan Genetika di abad ke-19.
Pergerakan Bioteknologi ke arah pembentukan trend ilmu-ilmu hayati di abad ini mulai ditunjukkan dengan sangat berkembang pesatnya Bioteknologi dalam ranah riset Biologi seperti dikembangkannya rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangan sel induk (sel punca), cloning, penerapan nanoteknologi yang lebih pesat, dan lain-lain. Teknologi-teknologi tersebut sangat memungkinkan dilakukannya penyembuhan terhadap penyakit-penyakit genetik dan degeneratif yang hingga kini masih sangat sulit terwujud seperti kanker, diabetes, dan AIDS.
Di bidang pangan dengan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan, dan DNA rekombinan dapat menghasilkan produk tanaman dan makanan yang mengandung sifat unggul dan bernilai gizi yang lebih baik dibandingkan tanaman atau makanan produk biasa.
Salah satu Negara yang mengalami perkembangan Bioteknologi yang cukup pesat adalah India. Menurut data Biotech Consortium India Limited (BCIL, 2001), sedikitnya ada 176 perusahaan swasta domestik yang mulai diperhitungkan dalam skala bisnis besar yang berbasis bioteknologi. Indonesia pun, tak kalah dengan negara lainnya, kini mulai banyak lembaga penelitian, industry obat-obatan dan makanan yang berbasis Bioteknologi. Fenomena ini akan semakin meningkat jumlahnya, oleh karena itu kebutuhan akan lulusan sarjana Bioteknologi pun akan semakin meningkat. Tidaklah salah jika jumlah program studi Bioteknologi di Indonesia pun semakin meningkat.